Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktsaintek) Brian Yuliarto menyatakan pihaknya telah memulai perhitungan terkait standar kebutuhan per mahasiswa di seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menyikapi instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk menggratiskan biaya pendidikan dari SD hingga PTN.
Brian menjelaskan bahwa kajian mengenai hal ini sudah pernah diperintahkan oleh Presiden Prabowo sebelumnya. “Kami sudah mulai menghitung juga bagaimana kebutuhan yang standar begitu ya per mahasiswa untuk seluruh PTN. Kita sudah kalkulasi,” ujar Brian di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/9/2026).
Pihaknya berencana melaporkan hasil perhitungan kebutuhan anggaran tersebut kepada Presiden Prabowo dalam waktu dekat. Brian juga menyinggung mengenai opsi-opsi yang paling memungkinkan untuk diimplementasikan. “Nanti tentu pada kesempatan pertama kami akan melaporkan kepada Bapak Presiden hitungan-hitungan kebutuhan untuk dapat menggratiskan seluruh PTN,” tuturnya.
Lebih lanjut, Brian menyampaikan bahwa pihaknya juga akan merancang target waktu dalam menggratiskan biaya bagi mahasiswa di PTN. Ia menekankan bahwa saat ini, perhitungan kebutuhan setiap kampus masih terus dilakukan. “Barangkali tentu juga kita akan melihat pentahapannya seperti apa, jika memang dapat langsung, baik. Tapi jika belum memadai atau belum memungkinkan, kami juga akan membuat tahapan-tahapannya tahun 2027 bagaimana, 2028 dan 2029 seperti apa. Mungkin itu yang sedang kami lakukan saat ini,” jelasnya.
Brian menambahkan, timnya masih mengumpulkan data terkait kebutuhan dari setiap kampus dan jumlah mahasiswa. “Kita masih hitung ya semuanya. Nanti seperti apa kan kita lagi data semua nih kebutuhan dari setiap kampus, jumlah mahasiswanya bagaimana. Tapi nantinya kita akan lihat bagaimana yang paling mungkin begitu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa biaya pendidikan di sekolah negeri hingga universitas negeri harus digratiskan. Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (18/9).
Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah selama dua tahun terakhir terus bekerja keras mengejar berbagai persoalan yang dihadapi rakyat. “Keberhasilan kita banyak karena kita kerja terus kita kerja terus dua tahun ini. Hampir kita, memang akhirnya kita dituduh kurang berkomunikasi. Kurang berkomunikasi, karena kita kerja terus kita ngejar rakyat tidak bisa menunggu lagi,” kata Prabowo.
Presiden Prabowo berencana menggelar rapat terbatas untuk membahas lebih lanjut mengenai pendidikan gratis di sekolah dan universitas negeri. Ia menegaskan komitmennya bahwa biaya pendidikan di institusi negeri harus gratis. “Saya sangat setuju, saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” ungkapnya.
Mengenai sumber anggaran untuk mewujudkan pendidikan gratis tersebut, Prabowo menyinggung potensi pengembalian dana hasil korupsi. “Nanti, nanti, nanti akan nanti akan ada yang bertanya. ‘Dari mana uangnya?’ Uangnya yang dikorupsi, yang dinyolong, yang dicuri,” tuturnya.