Konser YE di Jakarta Diprediksi Undang 15.000 Wisman

Jakarta – Konser musik internasional YE Live in Jakarta 2026 yang dijadwalkan pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) berpotensi mendatangkan 15.000 wisatawan mancanegara. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan destinasi wisata ibu kota kepada audiens internasional.

Jakarta terpilih sebagai satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania yang masuk dalam rangkaian tur YE, yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West. Ini akan menandai penampilan perdana YE di Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Andhika Permata, menyatakan bahwa terpilihnya Jakarta sebagai lokasi tur ini merupakan kesempatan emas untuk mempromosikan potensi ibu kota kepada dunia. “Ini kesempatan Jakarta juga untuk menjual tentang Jakarta,” kata Andhika dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2026).

Andhika meyakini bahwa keterbukaan terhadap aktivitas internasional akan memperkuat karakter Jakarta sebagai kota yang menawarkan beragam pengalaman wisata dan ekonomi kreatif. “Saya meyakini Jakarta akan menjadi semakin colorful, kalau kemudian ramah terhadap berbagai semua aktivitas yang ada,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan demi kelancaran dan keamanan penyelenggaraan konser.

Lebih dari 15.000 wisatawan mancanegara diproyeksikan akan datang ke Jakarta untuk menyaksikan konser tersebut, dan angka ini diperkirakan masih akan terus bertambah. Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Lucky Wulandari, menyebutkan bahwa para wisatawan ini akan berasal dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, Hong Kong, Jepang, Amerika Serikat, Australia, Inggris, Jerman, dan Selandia Baru.

“Lebih dari 15.000 wisatawan mancanegara, yang angkanya masih terus bertambah setiap hari, akan datang ke Jakarta dari berbagai negara,” kata Lucky.

Kedatangan ribuan wisatawan ini diprediksi akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan di luar area konser. Sektor akomodasi, kuliner, transportasi, dan berbagai industri pendukung pariwisata diharapkan akan merasakan manfaat dari peningkatan aktivitas wisatawan.

Data awal penjualan tiket juga menunjukkan jangkauan internasional konser ini. Promotor melaporkan bahwa 52,8% pembelian tiket dalam 24 jam pertama berasal dari penggemar yang tersebar di 73 negara.

Bagi Jakarta, konser ini membuka pintu untuk memperkenalkan destinasi wisata, kuliner, ruang kreatif, pusat perbelanjaan, hingga pengalaman wisata perkotaan kepada pengunjung yang datang khusus untuk pertunjukan. Kehadiran ribuan wisatawan mancanegara juga menjadi peluang bagi Jakarta untuk memperpanjang durasi kunjungan mereka melalui berbagai produk pariwisata dan ekonomi kreatif.

Momentum ini sekaligus menjadi ajang bagi Jakarta untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai kota yang mampu menjadi tuan rumah pertunjukan musik berskala internasional.

Tinggalkan komentar