KM Virgo Tenggelam di Laut Jawa, KSOP Sebut Tak Ada Peringatan Cuaca Buruk dari BMKG

Surabaya – Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 dilaporkan terbalik dan tenggelam di Laut Jawa setelah dihantam ombak. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Perak, Agustinus Maun, mengungkapkan bahwa tidak ada peringatan cuaca buruk yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum insiden tersebut terjadi.

Maun menjelaskan, berdasarkan prakiraan cuaca yang diterima, ketinggian gelombang pada hari kejadian diperkirakan paling tinggi mencapai 2 meter. “Yang kami terima dari prakiraan cuaca pada tanggal itu tidak ada masalah dan ketinggian (gelombang) pada tanggal itu paling tinggi 2 meter. Kapal dengan bobot tonase 8500 itu masih bisa melewati situasi seperti itu,” ujarnya.

KM Virgo bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu, 12 September. Selama pelayaran di Laut Jawa, kapal tersebut dilaporkan menghadapi cuaca buruk yang ekstrem.

Lebih lanjut, Maun menyatakan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Kepala BMKG Tanjung Perak pasca-insiden tenggelamnya KM Virgo. “Saya sudah berkoordinasi dengan pihak BMKG, jadi sebenarnya tanggal 12 itu tidak ada informasi peringatan cuaca. Informasi peringatan cuaca yang kami terima di daerah Laut Jawa ini pada ketinggian satu setengah sampai 2 meter, artinya kapal masih bisa melewati situasi seperti itu,” tegasnya.

Meskipun tidak menyebutkan secara spesifik batasan ketinggian gelombang yang dianggap membahayakan pelayaran, Maun menekankan bahwa peringatan dari BMKG menjadi standar utama dalam menentukan kelayakan berlayar. “Jadi nanti ada informasi dari BMKG bahwa peringatan itu tidak diizinkan untuk pelayaran, baru kami hentikan dan hari itu apabila ada peringatan dini maka kami tidak akan izinkan kapal itu untuk berlayar,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar