Kajian Perpanjangan Jam Operasional Stadion Taman Sari, Warga Diundang Beri Masukan Lewat Kuesioner

Pengelola Stadion Taman Sari, Jakarta Barat, tengah mengkaji kemungkinan untuk menambah jam operasional fasilitas olahraga tersebut. Guna menjaring aspirasi dan kebutuhan masyarakat, pihak pengelola menyebarkan kuesioner kepada warga.

Koordinator Fasilitas Stadion Taman Sari, Vicky, menjelaskan bahwa kajian ini merupakan respons terhadap masukan yang diterima dari masyarakat. Saat ini, pihaknya sedang aktif menyebarkan kuesioner untuk mengukur tingkat kebutuhan dan antusiasme warga terhadap potensi perpanjangan jam operasional.

“Ini sedang berproses saya share kuesioner ke masyarakat terkait penting atau urgensi penambahan jam operasional Stadion Taman Sari,” ujar Vicky pada Jumat (19/9/2026).

Menurut Vicky, hingga kini tercatat sekitar 180 responden telah mengisi kuesioner tersebut. Data yang terkumpul ini akan menjadi dasar penyusunan kajian yang nantinya dilaporkan kepada dinas terkait.

“Saya lihat sih sudah ada 180-an responden lah yang masuk,” ungkapnya.

Vicky menegaskan bahwa fokus utama kajian ini bukanlah semata-mata pengadaan lampu, melainkan lebih kepada melihat kebutuhan riil masyarakat terhadap perpanjangan jam operasional Stadion Taman Sari.

“Jadi esensinya tuh bukan tentang lampu ya, tapi penambahan jam operasional Stadion Taman Sari,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika operasional stadion diperpanjang hingga malam hari, maka otomatis berbagai fasilitas pendukung juga perlu disiapkan, termasuk penerangan.

“Nah, nanti rencananya saya mau buat kajian. Buat kajian sebagai bentuk laporan ke pimpinan bahwa ini ada masyarakat yang sebenarnya antusias nih untuk dibuka jam operasionalnya,” jelasnya.

Vicky berharap kajian ini dapat menjadi bahan pertimbangan penting bagi para pemangku kebijakan, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta, dalam proses perencanaan ke depannya.

“Harapannya menjadi dasar juga bagi stakeholder atau perencana, dalam hal ini kan Dinas Pemuda dan Olahraga, bisa melakukan perencanaan,” katanya.

Lebih lanjut, Vicky menguraikan bahwa penambahan jam operasional tidak bisa dipisahkan dari pemenuhan fasilitas lainnya. Apabila stadion dapat digunakan hingga malam, aspek keamanan dan penerangan harus menjadi prioritas.

“Nanti kan otomatis ketika jam tambah operasional itu kan pasti ada harus didukung oleh fasilitas-fasilitasnya,” ungkapnya.

Kebutuhan fasilitas pendukung tersebut juga telah dimasukkan ke dalam poin-poin kuesioner yang disebarkan kepada masyarakat.

“Di kuesioner itu kan juga ada kebutuhan apa pelengkapnya? Pasti satu, dari sisi keamanan, CCTV, nanti lampu,” jelasnya.

Dengan demikian, rencana perpanjangan jam operasional nantinya akan mencakup tidak hanya fokus pada penerangan, tetapi juga pada sarana dan prasarana pendukung lainnya.

“Kalau nanti bisa malam hari, otomatis sarana-prasarana ini pun pasti bertambah,” tambahnya.

Di sisi lain, Vicky menyampaikan harapan agar penambahan jam operasional dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi warga yang sebelumnya terkendala waktu untuk berolahraga, terutama bagi mereka yang baru tiba di rumah pada sore atau malam hari.

“Harapan kami, bisa Stadion Taman Sari ini bisa menambah operasionalnya biar bisa lini masyarakat yang tadinya nggak sempat waktunya, yang bisanya habis Magrib baru nyampe rumah kan bisa meluangkan waktu olahraga,” tuturnya.

Ia memaparkan bahwa kajian ini masih berada pada tahap awal. Setelah proses pengisian kuesioner selesai, pihaknya akan segera menyusun kajian yang ditargetkan untuk diserahkan kepada Dispora DKI Jakarta.

“Nah, mungkin target saya sebulan ini kita bisa rampung kajiannya, jadi bisa disetorkan atau bisa dipresentasikan ke Dinas,” katanya.

Vicky juga berharap kajian ini dapat mendorong realisasi rencana revitalisasi Stadion Taman Sari, apabila nantinya mendapat dukungan kuat berdasarkan kebutuhan masyarakat.

“Syukur-syukur kan diperbaiki, jadi dulu yang rencana adanya proses rencana revitalisasi bisa terwujud,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar