JAKARTA – Bangunan tua di sekitar Stadion Taman Sari, Jakarta Barat, kini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga. Tampilannya yang termakan usia bahkan disebut-sebut memiliki nuansa yang mirip dengan kawasan di Brasil.
Banyak anak muda memanfaatkan bangunan tersebut sebagai latar belakang untuk berfoto. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang meminta agar tampilan bangunan tersebut tidak diubah dengan pengecatan ulang.
Petugas Stadion Taman Sari, Rosidi (46), menjelaskan bahwa kondisi bangunan yang terlihat tua itu sudah berlangsung cukup lama. Bagian yang menghitam dan terkelupas disebutnya merupakan dampak dari usia bangunan itu sendiri.
“Itu bener, makan waktu, usia,” kata Rosidi saat ditemui di Stadion Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (19/9/2026).
Rosidi merinci bahwa bagian yang menghitam di sejumlah titik bukanlah sekadar bercak pada dinding. Lapisan bangunan yang terkelupas membuat bagian besi mulai terlihat.
“Paling kalau yang hitam-hitam itu bukan bercak-bercak, itu kayak besi tuh. Besinya udah pada kelihatan gitu,” ujarnya.
Menurutnya, bangunan tersebut memang sudah berusia cukup tua dan tidak seluruhnya mendapatkan pengecatan ulang. Kondisi unik ini justru menjadi salah satu daya tarik bagi para pengunjung.
“Bangunannya udah dimakan usia,” katanya.
Rosidi menambahkan, sejumlah pengunjung, terutama anak muda, secara spesifik meminta agar bangunan tua tersebut tidak dicat ulang. Mereka menilai tampilan lama itu justru menjadi latar foto yang sangat menarik.
“Pesannya sampai sekarang tuh kalau ketemu, ‘Bang, jangan dicat, ya!'” ungkap Rosidi.
Ia menyebutkan bahwa nuansa bangunan tua tersebut kerap disamakan pengunjung dengan suasana di Brasil hingga Hong Kong. Namun, keputusan terkait kondisi bangunan tetap berada pada pemilik ruko yang berada di sekitar stadion.
“Ini kayak di Brasil, kayak di Hong Kong gitu. Cuman kita balikin lagi ke yang punya ruko,” ujarnya.
Rosidi menegaskan bahwa pengecatan atau perbaikan tetap akan dilakukan apabila terdapat bagian bangunan yang mengalami kerusakan, misalnya kebocoran. Namun, untuk tampilan lama yang justru menjadi daya tarik, pengelola tidak ingin menghalangi keinginan pengunjung.
Kini, Stadion Taman Sari tidak hanya berfungsi sebagai tempat berolahraga. Bangunan di sekitar lapangan juga kerap dimanfaatkan sebagai latar foto yang unik.
Rosidi mengatakan aktivitas foto di area tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, terutama di kalangan anak muda dan mahasiswa.
“Sebelumnya udah ada. Khususnya anak-anak muda. Kaum mahasiswa. Buat skripsi, apa, banyak,” tuturnya.
Belum lama ini, bahkan ada enam anak muda dari Depok yang datang ke Stadion Taman Sari khusus untuk melakukan pemotretan.
“Ada. Belum lama ada tuh yang anak-anak muda, berapa enam orang dari Depok. Kayak photoshoot gitu. Foto doang,” jelasnya.
Untuk pengunjung yang hanya menggunakan ponsel untuk berfoto, tidak ada biaya khusus yang dikenakan. Namun, kegiatan pemotretan yang bersifat komersial memiliki ketentuan tersendiri.
Selain menjadi spot foto populer, kawasan Stadion Taman Sari juga pernah menjadi bagian dari rute kunjungan wisata. Rombongan tur disebut beberapa kali datang untuk melihat kawasan tersebut dan mendapatkan penjelasan mengenai sejarahnya.