Pria di Serang Diduga Bunuh Pacar, Rekayasa Seolah Gantung Diri

SERANG – Polisi menetapkan seorang pria berinisial AH (36) sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap kekasihnya, IP (27), di Kota Serang. Korban ditemukan dalam kondisi tewas di kontrakannya dengan kondisi yang awalnya dilaporkan sebagai tindakan gantung diri. Namun, AH tidak mengakui perbuatannya, sementara polisi mengklaim memiliki bukti kuat yang mengarah pada tersangka.

Kepala Unit Jatanras Polresta Serang Kota, Iptu Angga Kusuma Wardana, menyatakan bahwa tersangka masih bersikeras pada keterangannya bahwa korban ditemukan dalam keadaan gantung diri. “Jadi untuk sementara ini keterangan tersangka itu belum mengakui, ya. Masih keterangannya masih seperti itu, bahwa korban pada saat dia ditemukan, korban dalam keadaan gantung diri,” jelas Angga pada Jumat (18/9/2026).

Meskipun demikian, polisi memiliki sejumlah bukti yang menunjukkan dugaan AH melakukan pembunuhan. Salah satu bukti tersebut adalah kesaksian warga yang mendengar adanya keributan di kontrakan tersebut pada Minggu (13/9) malam, antara pukul 19.30 hingga 20.00 WIB. Tiga orang saksi mengaku mendengar cekcok mulut yang disusul dengan suara benda pecah belah, yang kemudian diketahui adalah lemparan stoples kaca.

Menanggapi teguran warga, AH beralasan bahwa keributan tersebut adalah “masalah suami istri”. Padahal, tersangka dan korban belum resmi menikah, namun mereka mengaku kepada tetangga telah menikah siri agar bisa tinggal bersama di kontrakan tersebut.

Bercak Darah di Lokasi Kejadian

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan jenazah korban mengungkap adanya bercak darah di beberapa titik. Darah ditemukan di lantai kamar, dinding kamar, serta dinding dekat ruang tamu. Selain itu, ditemukan pula tetesan darah pada pecahan stoples kaca yang ditemukan di tempat sampah dapur, serta pada sebuah kipas angin.

Bukti kuat lain didapatkan dari hasil autopsi jenazah korban. Menurut keterangan visum sementara, tidak ditemukan resapan darah pada otot leher korban dan teraba lunak, tanpa tanda-tanda penekanan yang biasanya terlihat pada kasus gantung diri. “Jadi untuk gantung diri itu biasanya di leher ada penekanan, ada penekanan sehingga menyebabkan korban itu biasanya susah bernapas,” terang Angga.

Motif Cemburu

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, mengungkapkan bahwa AH merekayasa kematian kekasihnya agar terlihat seperti gantung diri. Motif di balik tindakan tersebut diduga kuat adalah kecemburuan.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi di sebuah kontrakan di Kota Serang pada Minggu (13/9) sekitar pukul 18.00 WIB. Menurut Alfano, pembunuhan berawal dari percekcokan antara AH dan IP. AH menuduh korban telah berselingkuh dengan pria lain. “Korban sempat terlibat percekcokan dengan AH terkait permasalahan dugaan perselingkuhan korban dengan pria lain,” ujar Alfano kepada wartawan, Jumat (18/9/2026).

Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh AH pada Senin (14/9) dalam posisi tergantung di kusen kamar. Jasad korban kemudian dievakuasi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Tinggalkan komentar