JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menanggapi usulan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengenai pengolahan air laut menjadi air bersih sebagai solusi pemenuhan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut sangat berkaitan erat dengan percepatan pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall.
“Untuk mengubah air laut menjadi air tawar dan bisa digunakan, maka salah satu hal adalah Giant Sea Wall-nya segera dimulai,” ujar Pramono di Kawasan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).
Pramono menjelaskan, apabila pembangunan Giant Sea Wall dapat segera terealisasi, maka suplai air payau dan air tawar dapat diolah secara efektif menjadi air yang layak dimanfaatkan oleh masyarakat. “Dan untuk di Jakarta itu memang kalau itu bisa dilakukan, maka suplai untuk air payau atau air tawar untuk kebutuhan diolah menjadi air yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, dengan gampang Pemerintah DKI Jakarta melalui PAM Jaya, kami siap untuk melakukan itu,” imbuhnya.
Usulan mengenai teknologi desalinasi ini sebelumnya disampaikan oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin. Ia mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mulai mempertimbangkan penggunaan teknologi desalinasi air laut menjadi air bersih guna mengantisipasi potensi kekurangan air bersih di masa mendatang. Suhud menilai opsi ini sangat layak untuk dikaji lebih lanjut.
“Mungkin juga langkah yang harus dilakukan adalah melakukan, di Kepulauan Seribu itu sudah ada desalinasi ya, mengubah air laut jadi air bersih, air tawar,” kata Suhud di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Suhud menambahkan bahwa teknologi desalinasi telah terbukti dan diterapkan di wilayah Kepulauan Seribu. Pengalaman tersebut, menurutnya, dapat menjadi salah satu alternatif penting yang bisa dikembangkan untuk menghadapi ancaman krisis air bersih di ibu kota.