Jakarta – Presiden Prabowo Subianto telah membentuk tim khusus yang bertugas untuk menghitung secara rinci anggaran program pendidikan gratis di perguruan tinggi negeri (PTN). Tim ini akan berada di bawah kepemimpinan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.
Pembentukan tim khusus ini diungkapkan oleh Mendiktisaintek Brian Yuliarto usai jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (23/9/2026). Ia menjelaskan bahwa Presiden menginstruksikan dilakukannya telaah lebih mendalam, yang kemudian diwujudkan dengan pembentukan tim ini. “Tadi Bapak Presiden juga menginstruksikan untuk dilakukan telaah lebih dalam lagi, dibentuk tim khusus dipimpin Pak Menko tadi, PMK, yang akan mem-breakdown lagi hitungan-hitungan, termasuk juga nanti di dalamnya menteri-menteri lain akan terlibat: Pak Mensesneg, Pak Menag, dan lain-lainnya ya, Menteri Keuangan tentu juga,” ujar Brian.
Tim ini diharapkan dapat segera memulai pekerjaannya dan menargetkan penyelesaian perhitungan anggaran dalam waktu satu bulan ke depan. Hasil perhitungan tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo untuk menentukan langkah dan tahapan selanjutnya dalam merealisasikan program kuliah gratis.
“Harapannya dalam waktu barangkali 2 minggu sampai 1 bulan begitu ya Pak Menko, akan kita dapatkan lagi hitungan-hitungan yang lebih rasional, tahapan-tahapan yang lebih baik begitu ya, sehingga nantinya kita akan melaporkan kembali kepada Bapak Presiden dipimpin oleh Pak Menko untuk menetapkan bagaimana langkah-langkah, tahapan-tahapan sehingga keinginan dan arahan Bapak Presiden untuk menggratiskan perguruan tinggi negeri ini dapat dilakukan,” imbuhnya.
Sebelumnya, beberapa opsi pembiayaan telah disampaikan, termasuk pendapatan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan program jalur mandiri. Angka-angka yang dihasilkan dari analisis tersebut akan didiskusikan lebih lanjut untuk disesuaikan dengan kondisi fiskal negara.
“Tadi beberapa hitungan-hitungan sudah kita lakukan, beberapa analisa mulai dari pendapatan UKT yang ada saat ini, kemudian berapa IPI pada jalur mandiri, kemudian juga pendapatan lain-lainnya yang karena di perguruan tinggi negeri itu kadang-kadang pendapatan dari pascasarjana itu mensubsidi program sarjana ya, itu kita lakukan,” jelas Brian.
Ia menambahkan, “Selanjutnya angka-angka yang tadi kita sudah hasilkan itu kita juga tentu akan mendiskusikan opsi-opsi yang ada pada kaitannya dengan ruang fiskal yang tersedia dari APBN kita.”
Brian mengungkap harapan besar Presiden Prabowo agar program kuliah gratis ini dapat segera direalisasikan. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa proses ini akan tetap melalui tahapan-tahapan yang terencana. “Harapannya tentu Bapak Presiden menginginkan secepat-cepatnya program menggratiskan uang kuliah ini bisa dijalankan. Namun tentu kita akan melalui tahapan-tahapan ya, tidak langsung,” tutupnya.