Laporan Mendesak: Kesiapan AI di Sekolah Inggris Dipertanyakan, Perlu Panduan Pemerintah

Sebuah laporan mendalam di lingkungan pendidikan Inggris mengungkap keraguan mengenai kesiapan sekolah dan siswa dalam menghadapi pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI). Laporan tersebut menyimpulkan bahwa institusi pendidikan di Inggris sangat membutuhkan panduan konkret dari pemerintah agar siswa dan guru dapat memanfaatkan AI secara aman dan bertanggung jawab.

Sir Anthony Seldon, seorang penulis laporan sekaligus mantan kepala sekolah ternama di Inggris, memperingatkan bahwa ketergantungan yang berlebihan pada AI dalam proses pendidikan berpotensi menimbulkan kekacauan jika tidak dikelola dengan baik. Kekhawatiran ini mendorong Sir Anthony untuk ikut mendirikan inisiatif ‘AI in Education’ pada tahun 2023, yang berfokus membantu lembaga pendidikan dalam menavigasi penggunaan AI secara aman.

Hasil jajak pendapat yang dilakukan terhadap kalangan muda di Inggris menunjukkan adanya persepsi bahwa AI membuat pendidikan menjadi kurang relevan dalam kehidupan mereka. Sebagian responden bahkan berpandangan bahwa AI pada akhirnya dapat menggantikan peran guru dan membuat institusi universitas menjadi tidak lagi berguna.

Laporan tersebut menekankan bahwa pengendalian AI memiliki tingkat urgensi nasional yang setara dengan ancaman perang dan epidemi. Oleh karena itu, disarankan agar dibentuk gugus tugas khusus, serupa dengan yang berhasil meluncurkan vaksin COVID-19 saat pandemi, untuk menangani isu ini. “Sederhananya, pendidikan belum mengikuti perkembangan bagaimana dan seberapa banyak anak muda sudah menggunakan AI, dan kesenjangan itu mulai terlihat sebagai hilangnya nilai yang dirasakan pada institusi itu sendiri,” papar laporan tersebut, mengutip dari BBC.

Guru Perlu Pelatihan Intensif

Salah satu upaya krusial yang disarankan dalam laporan adalah pelatihan intensif bagi para guru mengenai cara mengadopsi dan memanfaatkan AI dalam kegiatan belajar mengajar. Sir Anthony merinci lima langkah strategis yang dapat diambil oleh pemerintah Inggris untuk mengatasi tantangan penggunaan AI dalam pendidikan:

  1. Meluncurkan kampanye informasi berskala masif untuk mengedukasi publik mengenai peluang dan risiko AI.
  2. Mendorong sekolah dan perguruan tinggi untuk mengembangkan strategi AI mandiri, serta meminta Ofsted (Office for Standards in Education, Children’s Services and Skills) untuk mengevaluasi implementasinya dalam inspeksi rutin.
  3. Memanfaatkan AI untuk mentransformasi cara sekolah dan perguruan tinggi mengumpulkan dan menggunakan data guna melacak kemajuan belajar siswa secara lebih efektif.
  4. Mereformasi sistem penilaian menjadi dua jalur: ujian tradisional dan evaluasi berkelanjutan terhadap pemahaman siswa dalam memanfaatkan AI.
  5. Perdana Menteri diharapkan menyampaikan pidato penting yang menguraikan urgensi penyelarasan pendidikan dengan praktik penggunaan AI di dunia nyata.

Respon Pemerintah Inggris dan Inisiatif Sekolah

Menanggapi temuan ini, Pemerintah Inggris menyatakan bahwa perubahan kurikulum yang sedang berjalan akan membekali anak-anak dengan keterampilan digital yang memadai dan membantu mereka mengidentifikasi disinformasi. Seorang juru bicara Departemen Pendidikan menegaskan bahwa para menteri memandang “peluang dan tantangan signifikan” dari AI dengan “sangat serius”.

Beberapa sekolah di Inggris dilaporkan telah mulai mengintegrasikan AI ke dalam kurikulum mereka. King’s Leadership Academy Wavertree, misalnya, melalui kepala sekolahnya, menyatakan komitmen untuk membimbing siswa agar belajar menggunakan AI secara aman sambil terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka.

Selain pembaruan kurikulum, pemerintah Inggris juga tengah mengembangkan alat bimbingan belajar berbasis AI baru dan memperkenalkan jalur vokasional baru yang dirancang untuk membantu generasi muda meraih karier yang sukses di masa depan.

Tinggalkan komentar