Kemensos Prioritaskan Bantuan Jadup untuk Ribuan Warga Terdampak Bencana Tapteng

Kementerian Sosial (Kemensos) akan memprioritaskan pemenuhan jatah hidup (Jadup) bagi warga yang terdampak bencana di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara. Prioritas ini merupakan bagian dari upaya penanganan dampak bencana dan pemulihan masyarakat.

Keputusan ini mencuat dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kemensos, Jakarta, antara Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, dengan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA), Masriani Mansyur.

Selain dukungan pemenuhan bantuan jaminan hidup, pembahasan dalam pertemuan tersebut juga meliputi bantuan isi hunian serta kebutuhan tambahan bagi masyarakat yang terdampak bencana di Tapteng. Gus Ipul menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menangani dampak bencana.

“Kita terus berkoordinasi, berkolaborasi untuk menanggulangi dampak bencana beberapa waktu yang lalu,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya pada Kamis (17/9/2026). Ia juga mengapresiasi upaya Bupati Masinton dalam mendampingi masyarakat selama proses penanganan dampak bencana.

“Terima kasih, Pak Bupati, selama ini telah bekerja baik dan penuh kesabaran,” ucap Gus Ipul sambil menepuk pundak Masinton. Ia berharap koordinasi yang terjalin antara pemerintah pusat dan daerah dapat membantu masyarakat untuk segera pulih.

“Mudah-mudahan masyarakat bisa bangkit kembali dan melewati masa-masa sulit ini dengan kesabaran bersama, dan menghadirkan satu kesejahteraan sosial yang lebih baik ke depannya,” tambah Gus Ipul.

Audiensi tersebut secara spesifik membahas perkembangan data penerima bantuan, ketersediaan anggaran, serta mekanisme penyaluran agar warga yang belum menerima bantuan dapat terjangkau. Untuk Tapteng, bantuan jadup akan mencakup 41.555 jiwa dengan total anggaran lebih dari Rp56 miliar. Sementara itu, bantuan isi hunian direncanakan untuk 5.626 kepala keluarga (KK) dengan total anggaran Rp16 miliar.

“Jadi, ini tentang jadup untuk Tapanuli Tengah di tahap ketiga,” jelas Agus Jabo. Dijelaskan lebih lanjut bahwa penyaluran bantuan diawali dengan pendataan, dilanjutkan dengan verifikasi dan validasi, yang menjadi dasar penyaluran bantuan kepada keluarga terdampak.

Dalam pertemuan itu, disepakati pula untuk memprioritaskan jadup di Tapteng demi memperluas cakupan penerima. Perhatian khusus juga diberikan kepada warga yang belum memperoleh bantuan sama sekali. Oleh karena itu, data calon penerima bantuan isi hunian perlu dicocokkan dengan data penerima jadup untuk memastikan penyaluran bantuan menjangkau keluarga yang masih membutuhkan.

Tinggalkan komentar