Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Ekstrakurikuler Korps Kadet, Sifatnya Sukarela

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti telah menerbitkan keputusan menteri (kepmen) yang mengatur pedoman pelaksanaan program bela negara melalui ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa keikutsertaan dalam ekstrakurikuler ini bersifat sukarela dan tidak diwajibkan bagi seluruh siswa.

Aturan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 136 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembinaan Kesadaran Bela Negara Melalui Ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia pada Jenjang Pendidikan Menengah. Kepmen ini ditetapkan pada tanggal 5 Mei 2026 dan dapat diakses melalui laman resmi JDIH Kemendikdasmen.

“Menetapkan pedoman pelaksanaan pembinaan kesadaran bela negara melalui ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia pada jenjang pendidikan menengah sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini,” demikian bunyi aturan tersebut.

Saat ditemui di Gedung DPR, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Kemendikdasmen memang membuka berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler. Namun, ia menekankan bahwa hanya Pramuka yang bersifat wajib diikuti oleh siswa.

“Ekskul itu kan kami buka sebanyak-banyaknya. Tapi ada yang wajib, ada yang tidak wajib. Ekskul yang wajib hanya Pramuka, selain Pramuka tidak wajib,” ujar Mu’ti di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (21/9/2026).

Lebih lanjut, Mu’ti menyatakan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler Korps Kadet ini akan diselenggarakan di lingkungan sekolah. Mengingat sifatnya yang merupakan pilihan, maka keputusan untuk mengikuti kegiatan ini sepenuhnya berada di tangan siswa.

“Ya muridnya (yang memilih). Namanya pilihan,” tegasnya.

Mengenai siapa yang akan bertindak sebagai pelatih, hal tersebut akan ditentukan oleh pihak sekolah. Demikian pula dengan materi yang akan diajarkan dalam ekstrakurikuler ini, akan disesuaikan dengan kebijakan masing-masing sekolah.

“Ya itu nanti tergantung gurunya yang melakukan kegiatan,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar