Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) berencana mengadopsi konsep pendidikan makanan dan nutrisi dari Jepang, yang dikenal sebagai Shokuiku dan Kyoshoku, untuk diterapkan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil setelah BGN mendapatkan pemahaman mendalam mengenai penerapan program makan bergizi ala Jepang.
Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, dalam unggahan Instagram pada Minggu (27/9/2026), menyatakan bahwa akan ada terobosan baru dalam penerapan program MBG. “Shokuiku namanya, pendidikan makanan dan nutrisi. Shokuiku diterapkan dalam makan siang di sekolah bersama dengan Kyushoku. Dalam program makan siang ini, penerima manfaat tidak hanya diberi makanan dan kenyang, melainkan akan belajar mengenai kandungan nilai gizi, proses penyiapan makanan, dan menghargai makanan,” jelas Tysa.
Perwakilan BGN sendiri telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Japan International Corporation Agency (JICA) untuk memahami lebih lanjut mengenai kedua konsep tersebut.
Apa Itu Shokuiku?
Shokuiku merupakan pendidikan mengenai makanan dan nutrisi yang dianggap sebagai unsur fundamental dalam kehidupan di Jepang. Menurut arsip National Institutes of Biomedical Innovation, Health and Nutrition (NIBIOHN) Jepang, Shokuiku membentuk dasar intelektual, moral, dan jasmani. Program ini juga diposisikan sebagai sarana pembinaan masyarakat agar memiliki pemahaman tentang pola makan yang sehat dan mampu memilih asupan yang tepat untuk menunjang kehidupan yang sehat.
Komponen dasar dari Shokuiku meliputi:
- Meningkatkan kesehatan tubuh dan pikiran serta memperkaya kehidupan manusia.
- Mendukung apresiasi dan pemahaman yang lebih besar terhadap pola makan, termasuk peran alam dan pihak-pihak yang terlibat dalam produksi, transportasi, dan penyiapan makanan.
- Mengembangkan gerakan sukarela untuk mempromosikan Shokuiku secara nasional.
- Mendorong orang tua, pendidik, dan penyedia layanan penitipan anak untuk aktif mempromosikan Shokuiku di kalangan anak-anak.
- Memperkuat pemahaman tentang masalah pola makan melalui berbagai pengalaman dan aktivitas yang berkaitan dengan makanan di rumah, sekolah, dan masyarakat.
Apa Itu Kyoshoku?
Kyoshoku adalah istilah untuk program makan siang di sekolah-sekolah Jepang. Program ini bukan sekadar penyediaan makanan, melainkan bagian integral dari kurikulum yang mengajarkan anak-anak tentang nutrisi, kerja sama tim, etiket, dan rasa hormat terhadap makanan. Siswa secara bergantian melayani teman-teman mereka, menyantap hidangan yang sama, dan ikut membersihkan area makan setelahnya, menanamkan nilai kesetaraan dan kebersamaan.
Menu makan siang sekolah di Jepang dirancang oleh ahli gizi berlisensi, umumnya terdiri dari nasi, sup miso, salad, serta hidangan daging atau ikan yang seimbang. Konsep mottainai, yang berarti jangan membuang apa pun, sangat tertanam di masyarakat Jepang. Guru-guru mendorong siswa untuk menghabiskan makanan mereka sebagai bentuk rasa syukur dan untuk memperkenalkan berbagai macam rasa makanan.
Meskipun konsep Shokuiku dan Kyoshoku akan diadopsi, BGN belum memberikan kepastian mengenai kapan penerapan program ini akan dimulai. “Kapan BGN akan menerapkan ini? Tunggu tanggal mainnya!” ujar Tysa Novenny.