Jakarta dan New York Jajaki Kerja Sama Pembiayaan Pembangunan Kota

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bertemu dengan Wali Kota New York Zohran Kwame Mamdani di Civic Hall, New York. Pertemuan bilateral ini membahas berbagai tantangan perkotaan yang dihadapi kedua kota besar, termasuk rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah atau Jakarta Bond.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono memaparkan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan menggunakan obligasi daerah sebagai salah satu skema pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur perkotaan. Rencana ini disambut baik oleh Mamdani, yang menawarkan bantuan tim keuangan Pemerintah Kota New York untuk berbagi pengalaman dengan Pemprov DKI Jakarta.

“Saya sangat antusias dan mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah. New York juga telah menggunakan obligasi untuk membiayai pembangunan infrastruktur, termasuk pengolahan limbah dan berbagai fasilitas publik,” ujar Mamdani. Ia menambahkan, “Kami siap mengirimkan tim keuangan untuk berbagi pengalaman dengan Pemprov DKI Jakarta mengenai persiapan dan proses penerbitan obligasi daerah.”

Pertemuan yang berlangsung di Civic Hall ini menjadi ajang bertukar pengalaman mengenai persoalan kota besar, mulai dari transportasi publik, banjir, polusi udara, hingga pembiayaan pembangunan. Selain obligasi daerah, Pramono juga memaparkan strategi Jakarta dalam mengatasi kemacetan.

Salah satu upaya yang dijelaskan adalah pengembangan Transjabodetabek untuk memperkuat konektivitas Jakarta dengan wilayah penyangga. “Setiap hari lebih dari empat juta orang keluar-masuk Jakarta, terutama pada jam sibuk. Melalui Transjabodetabek, kami ingin mengurangi kemacetan dan volume kendaraan yang masuk ke Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas wilayah,” kata Pramono.

Pramono turut menyampaikan kebijakan layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat, termasuk lansia, penyandang disabilitas, pelajar penerima KJP, serta mahasiswa penerima KJMU. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi publik.

Mengenai isu banjir, Pramono menjelaskan upaya Jakarta dalam memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, mengurangi penggunaan air tanah untuk menekan penurunan muka tanah, serta pengembangan Giant Sea Wall. “Sama seperti New York, salah satu tantangan Jakarta adalah banjir. Karena itu, kami terus memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, mengurangi penggunaan air tanah untuk menekan penurunan muka tanah, serta mengembangkan Giant Sea Wall,” jelasnya.

Pertemuan bilateral ini membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara Jakarta dan New York, khususnya dalam bidang pembiayaan pembangunan perkotaan dan penanganan tantangan perkotaan lainnya.

Tinggalkan komentar