Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengimbau seluruh Kepala Sekolah Rakyat untuk memperkuat standar operasional prosedur (SOP) serta memahami secara mendalam seluruh sumber daya manusia (SDM) yang ada di lingkungan sekolah. Penekanan ini mencakup siswa, guru, wali asuh, wali asrama, hingga petugas keamanan.
Langkah ini diharapkan dapat memastikan kelancaran kegiatan belajar mengajar sekaligus mencegah potensi pelanggaran terhadap tiga dosa besar pendidikan, yaitu perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi. Gus Ipul menyampaikan instruksi ini saat menggelar rapat daring melalui Zoom bersama seluruh Kepala Sekolah Rakyat dan kepala sentra.
“Perkuat SOP, perkuat proses bisnis bapak-ibu sekalian, kenali dengan baik sumber daya manusia yang ada di sana, kenali juga dengan baik kondisi siswa kita yang ada di sana,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9/2026).
Lebih lanjut, Gus Ipul mendorong para kepala sekolah untuk menerapkan kontrak kerja, termasuk pakta integritas, dengan seluruh tenaga kependidikan. Tujuannya adalah untuk menyamakan pemahaman seluruh elemen sekolah dalam menjalankan kegiatan pendidikan di Sekolah Rakyat serta memitigasi potensi kejadian yang tidak diinginkan.
“Jadi kepala sekolah one-on-one bisa bikin kontrak kerja dengan mereka (tenaga kependidikan). Kemudian sosialisasikan, laksanakan dengan benar, seluruh penyelenggara Sekolah Rakyat tahu dan paham SOP-nya,” jelas Gus Ipul.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul juga menginstruksikan para kepala sentra untuk berperan aktif membantu kinerja kepala sekolah. Ia mengusulkan agar siswa yang memerlukan rehabilitasi dapat dititipkan sementara di sentra terdekat sebelum kembali melanjutkan proses pembelajaran di Sekolah Rakyat.
Hal ini penting mengingat siswa di Sekolah Rakyat berasal dari berbagai latar belakang keluarga rentan yang beragam, sehingga memerlukan perhatian dan penanganan ekstra.
“Jika ada masalah-masalah, kerja sama dengan kepala sentra. Jadi kenapa kepala sentra saya libatkan di sini, tolong setiap ada kasus, segera bantu kepala sentra, kemudian proses rehabilitasinya dimulai di sentra-sentra bapak-ibu sekalian,” tegas Gus Ipul.
“Jangan dibiarkan kalau ada kasus-kasus,” sambungnya.
Gus Ipul menekankan bahwa kepala sekolah memegang peran sebagai pemimpin tertinggi dan kompas moral dalam seluruh proses pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, ia kembali menegaskan pentingnya mencegah perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi. Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan tersebut.
“Jadi kita mohon maaf sekali, kita tidak menolerir adanya tindakan yang mengarah kepada tiga hal itu (perundungan, kekerasan fisik atau seksual, dan intoleransi),” pungkasnya.