JAKARTA – Mantan Ketua Organizing Committee Muktamar ke-35 NU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, memberikan bantahan tegas terkait isu aliran dana hasil korupsi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang masuk ke panitia Muktamar NU. Ia juga secara spesifik menyangkal adanya kaitan antara kasus yang melibatkan Menteri ATR/BPN dengan pembiayaan Muktamar NU.
Gus Ipul, yang pernah menjabat sebagai Ketua Panitia Muktamar, menyatakan bahwa dirinya memiliki pemahaman mendalam mengenai seluruh proses penyelenggaraan dan pembiayaan Muktamar, termasuk Muktamar ke-35 NU yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026.
“Sebagai Ketua Panitia, saya pastikan tidak ada kaitan kasus yang sedang ramai dibicarakan ini dengan Muktamar. Saya pastikan itu tidak ada,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (17/9/2026).
Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul sebagai respons atas berkembangnya informasi yang mengaitkan perkara dugaan korupsi di lingkungan ATR/BPN dengan pembiayaan kegiatan muktamar. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membangun kesimpulan terburu-buru sebelum adanya fakta dan penjelasan resmi dari aparat penegak hukum.
“Saya berharap jangan membangun opini-opini seakan-akan ada kaitannya dengan Muktamar, dengan peserta Muktamar, atau ada aliran-aliran yang berkaitan dengan Muktamar. Kita tunggu saja penjelasan resminya dari KPK,” tuturnya.
Gus Ipul menegaskan bahwa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Menurutnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus diberikan kesempatan untuk bekerja secara profesional dalam mengungkap perkara berdasarkan bukti dan fakta hukum yang ada.
“Kita percayakan kepada KPK. Kita percaya KPK bekerja secara profesional dan sesuai dengan ketentuan yang ada. Kita sangat menghormati dan mendukung penuh,” katanya.
Lebih lanjut, Gus Ipul meminta publik untuk tidak mengembangkan informasi yang belum terverifikasi terkait dugaan aliran dana tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan seolah-olah Muktamar NU dibiayai oleh uang hasil korupsi.
“Sepanjang yang saya tahu, saya pastikan tidak ada hubungannya dengan Muktamar. Mari kita ikuti bersama proses hukum ini. Jangan sampai kita menambah-nambahi dengan opini yang tidak sesuai fakta, apalagi dikaitkan dengan Muktamar,” tegasnya.
Menurut Gus Ipul, Muktamar ke-35 NU telah terlaksana dengan baik dan seluruh prosesnya berjalan sesuai dengan mekanisme organisasi. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk tidak memunculkan spekulasi yang tidak semestinya.
“Muktamar sudah berjalan baik. Jangan dikaitkan dengan hal-hal yang tidak semestinya,” pungkasnya.