Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong penguatan peran Local Champion atau tokoh lokal serta pemberdayaan berbasis komunitas sebagai kunci percepatan penataan kawasan permukiman kumuh di Indonesia. Menurut Bima, pendekatan dari akar rumput sering kali memberikan dampak yang lebih nyata dan efektif dibandingkan mengandalkan mekanisme birokrasi top-down.
“Sering kali pendekatan Local Champion ini lebih efektif dibanding top down yang birokratis dari yang berjalannya berliku,” ujar Bima, dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026). Pernyataan ini disampaikan Bima dalam Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu yang diselenggarakan di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Jakarta.
Bima menekankan bahwa keberhasilan penataan lingkungan permukiman membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat serta kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan. Semangat kolaborasi ini tercermin dalam Gerakan Indonesia ASRI, di mana sebanyak 72,34% atau 395 pemerintah daerah telah aktif melaporkan kegiatan penataan dan kebersihan lingkungan.
Oleh karena itu, Bima menegaskan bahwa penanganan permukiman kumuh tidak semata-mata berorientasi pada perbaikan fisik rumah. Upaya tersebut harus diarahkan pada pembangunan kawasan secara menyeluruh dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.
“Jadi ini bukannya soal membangun fisik rumah, tapi ini adalah membangun kawasan dengan melibatkan semua stakeholders,” terang Bima. Ia mencontohkan keberhasilan RT 08 Malaka Jaya, Jakarta Timur, yang berhasil bertransformasi dari lorong gersang menjadi kawasan hijau mandiri energi melalui aksi swadaya warga. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa inisiatif masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam membenahi lingkungan sekaligus menjadi rujukan bagi daerah lain.
Bima mendorong agar praktik baik seperti di Malaka Jaya dapat direplikasi secara lebih luas dengan menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah. “Mudah-mudahan kita bisa angkat kesuksesan kawasan seperti Malaka Jaya ini menjadi best practice yang bisa diduplikasi tidak saja di Jakarta, tetapi di kota-kota lain di Indonesia,” kata Bima.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI (PKP) Maruarar Sirait, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta jajaran pimpinan kementerian/lembaga (K/L) dan kepala daerah se-Indonesia.