Agen Perlinsos Diharapkan Tingkatkan Akurasi Data Bansos Melalui Partisipasi Publik

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan harapannya agar para Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) dapat berkontribusi dalam meningkatkan akurasi data bantuan sosial (bansos). Menurutnya, agen Perlinsos akan menjadi ujung tombak dalam membantu warga yang belum terbiasa dengan teknologi untuk proses pendataan bansos.

“Jadi undangan untuk menjadi Agen Perlinsos ini adalah untuk menjadi relawan. Membantu tetangga-tetangga, atau saudara, atau yang mungkin perlu dibantu untuk masuk ke dalam sistem kita. Sebab belum semua masyarakat terbiasa dengan memanfaatkan teknologi dalam rangka untuk memperbaiki data kita,” ujar Gus Ipul di Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, pada Senin (17/9/2026).

Gus Ipul menambahkan bahwa Agen Perlinsos juga memiliki peran untuk membantu masyarakat dalam menyampaikan usulan atau menyanggah data penerima bansos yang ada. Program ini merupakan salah satu upaya konsolidasi data secara nasional demi memastikan penyaluran bansos yang lebih tepat sasaran.

“Sejak dua tahun terakhir ini pemerintah terbuka terhadap data. Maka semua masyarakat bisa mengakses, mengetahui desilnya berada di desil berapa, mengetahui dinamika data, karena keterbukaan pemerintah,” jelasnya.

Dia menegaskan bahwa relawan Perlinsos tidak menerima honorarium dan tidak diperkenankan memungut biaya apa pun dari warga. Peran mereka bukan sebagai penentu kelayakan penerima bansos.

“Insyaallah saya percaya dengan berbagai langkah ya yang dilakukan. Mulai dari pemutakhiran lewat saluran-saluran resmi maupun partisipasi, ditambah dengan sensus oleh BPS tahun ini, plus nanti akan ada digitalisasi bansos, Insyaallah tahun depan data kita akan makin akurat. Kenapa? Karena masyarakat banyak yang terlibat, banyak yang ikut melakukan apa, satu usul sanggah, ikut memberikan koreksi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat untuk mendaftar sebagai Agen Perlinsos cukup tinggi. Ia menyebutkan ada sekitar 4 hingga 5 ribu pendaftar setiap harinya.

“Sudah di atas 200 ribu kemarin ya. Sekarang belum tahu update terakhir, nanti coba kita pastikan lagi,” katanya. Gus Ipul berencana untuk memperluas cakupan program ini.

“Bulan depan kita akan coba di 250 lebih lagi kabupaten/kota. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa berlaku secara nasional,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar